• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pisang Gorontalo, Potensi Komoditas Hortikultura Unggulan Nasional

Pisang Gorontalo, Potensi Komoditas Hortikultura Unggulan Nasional

  • 17 September 2025, 4:25 PM
  • Buah
  • Adhita Diansyavira

Hortiindonesia.com - Pisang adalah salah satu buah unggulan nasional yang sangat dekat dengan keseharian kita. Buah ini bisa dikonsumsi siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia. Tanamannya pun mudah ditemui, baik di pekarangan rumah, ladang, maupun kebun skala besar. Tidak hanya buahnya, hampir semua bagian pisang seperti daun, bunga, batang, hingga bonggol punya manfaat yang luas.

Sebagai komoditas hortikultura, pisang memiliki banyak keunggulan. Ia dapat tumbuh di berbagai agroekosistem di seluruh Indonesia, memiliki permintaan pasar tinggi, varietas beragam, serta bisa dikonsumsi segar maupun dalam bentuk olahan. Selain itu, usaha tani pisang relatif cepat memberikan keuntungan, hanya butuh 1–2 tahun untuk panen.

Meski begitu, Sobat Horti pasti sering melihat pisang di pasar dengan tampilan kurang menarik, kulitnya kehitaman, berbintik cokelat, atau bonyok. Hal ini wajar karena pisang termasuk buah yang mudah rusak akibat proses respirasi yang masih berlanjut meskipun sudah dipanen. Sayangnya, kondisi ini membuat nilai jual menurun dan petani kehilangan potensi pendapatan. Karena itu, penanganan pascapanen sangat penting. Pemerintah bahkan sudah mengatur standar penanganan yang baik melalui Permentan No. 44 Tahun 2009 tentang Good Handling Practices (GHP). Tujuannya jelas: menjaga mutu, memperpanjang masa simpan, mengurangi kehilangan hasil, dan meningkatkan daya saing, terutama untuk ekspor.

Gorontalo, Sentra Baru Pisang Indonesia

Provinsi Gorontalo punya potensi besar dalam pengembangan pisang. Sentra utamanya ada di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Pohuwato. Berdasarkan data Dinas Pertanian Gorontalo, produksi pisang sepanjang 2020–2024 mencapai 25.101 ton dengan luas panen 776 hektare. Harmolan Talani, SP, MM selaku Pejabat Fungsional PMHP, menjelaskan bahwa di Dulamayo Selatan terdapat areal pisang 30 hektare, sementara di Desa Toyidito seluas 20 hektare. Tahun 2025 mendatang, akan dibuka lahan baru total 50 hektare di kedua desa tersebut.


Baca Juga: Panen Cabai: Dirjen Hortikultura Pastikan Pasokan Cabai Aman

Salah satu contoh sukses pemanfaatan pisang di Gorontalo adalah IKM Putri, usaha kecil yang digagas oleh Vivi Suaib sejak 2015. Awalnya beliau mengolah camilan berbahan jagung dan kue-kue, namun kemudian melihat peluang besar dari pisang yang melimpah. Dari situ lahirlah Pisuke (Pisang Susu Keju)—keripik pisang dengan topping susu dan keju yang dipanggang hingga garing.

Kini Pisuke menjadi produk unggulan, bahkan pemasarannya sudah menembus luar Gorontalo seperti Makassar, Manado, Jakarta, Kendari, Semarang, hingga Palu. Produk ini hadir dalam kemasan 100, 300, dan 500 gram, serta sudah mengantongi sertifikat halal MUI. Di Gorontalo sendiri, Pisuke sudah tersedia di berbagai jaringan ritel seperti Alfamidi, Indogrosir, hingga toko oleh-oleh lokal.

UMKM Hortikultura Didukung Pemerintah

Untuk mendukung pengembangan UMKM hortikultura, Ditjen Hortikultura pada 2023 telah memberi bantuan sarana pascapanen dan pengolahan bagi IKM Putri. Plt Dirjen Hortikultura, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si, menegaskan bahwa penumbuhan UMKM hortikultura adalah strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah produk, mengatasi surplus komoditas segar, dan mendorong daya saing produk hilir.

Hingga 2024, tercatat 862 UMKM hortikultura telah ditumbuhkan di berbagai daerah. Menurut Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Hotman Fajar Simanjuntak, ST, MM, bantuan sarana prasarana ini diharapkan bisa memperluas diversifikasi produk, inovasi, dan tentu saja meningkatkan kesejahteraan petani hortikultura.

Sobat Horti, kisah Pisuke dari Gorontalo menunjukkan bahwa dengan inovasi dan dukungan yang tepat, komoditas lokal seperti pisang bisa naik kelas menjadi produk bernilai tinggi. Tidak hanya menguntungkan pelaku UMKM, tapi juga memperkuat daya saing hortikultura Indonesia di pasar nasional maupun internasional.

Sumber : hortikultura.pertanian.go.id

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 17 September 2025, 4:25 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 17 September 2025, 4:25 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 17 September 2025, 4:25 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 17 September 2025, 4:25 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved