• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. PTPN Group Kembangkan 10.000 Hektare Bawang Putih di Jawa Barat, Dukung Swasembada Nasional

PTPN Group Kembangkan 10.000 Hektare Bawang Putih di Jawa Barat, Dukung Swasembada Nasional

  • 26 Agustus 2026, 10:02 AM
  • Sayur
  • HORTI INDONESIA

Bandung, hortiindonesia.com — PTPN Group mempercepat pengembangan kawasan budi daya bawang putih sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada bawang putih nasional. Pada tahap awal, pengembangan diarahkan pada kawasan seluas 10.000 hektare (ha) di Jawa Barat dengan melibatkan mitra strategis, kelompok tani, dan masyarakat.

Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih mencapai 24.000 ha sepanjang 2026–2029. Program tersebut dinilai strategis karena produksi bawang putih dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan nasional.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi bawang putih domestik saat ini berada pada kisaran 39.000–40.000 ton per tahun, sedangkan kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Kesenjangan tersebut menunjukkan peluang yang besar untuk meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.

Melansir dari berbagai sumber, PTPN Group menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung, Jumat (21/8/2026) untuk mempercepat implementasi program, 

Penandatanganan dilakukan oleh Regional Head PT Perkebunan Nusantara I Regional 2, Desmanto, bersama para mitra. Pada tahap awal, ke-14 mitra tersebut menyatakan komitmen untuk mengembangkan bawang putih dengan total luasan sekitar 8.500 ha.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan PTPN Group siap mengambil bagian dalam agenda strategis pemerintah untuk memperkuat kemandirian bawang putih nasional.

"Target kita bukan sekadar mengejar swasembada. Yang ingin kita bangun adalah industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. Dengan kesenjangan produksi dan kebutuhan yang masih sangat besar, kita perlu membangun ekosistemnya secara serius dan terukur," ujar Denaldy dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, pembangunan ekosistem menjadi penting agar pengembangan bawang putih tidak hanya berorientasi pada peningkatan luas areal, tetapi juga mampu membangun rantai produksi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada penyediaan benih bawang putih berkualitas. Ketersediaan benih menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan produksi.

Setelah pasokan benih semakin kuat, pengembangan akan dilanjutkan dengan orientasi untuk memenuhi kebutuhan bawang putih konsumsi nasional.

PTPN Group juga berupaya mengatasi salah satu tantangan dalam pengembangan bawang putih, yakni ketersediaan lahan yang sesuai. Perusahaan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengidentifikasi dan menyediakan areal yang dapat digunakan untuk pengembangan.

"Kalau persoalannya lahan yang sesuai, kami bersama pemerintah akan membantu mencarikan. Areal yang sudah siap akan segera kita kerjakan, sementara areal yang masih dikelola masyarakat akan kita dorong melalui pola kemitraan. Masyarakat harus menjadi bagian dari ekosistem dan ikut menikmati manfaat ekonominya," lanjut Denaldy.

Pola kemitraan dengan masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang disiapkan, terutama pada areal yang masih dikelola masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan produksi, tetapi juga diharapkan mendapatkan manfaat ekonomi dari pengembangan komoditas tersebut.

Regional Head PTPN I Regional 2, Desmanto, mengatakan kawasan pengembangan bawang putih di Jawa Barat akan tersebar di sejumlah kabupaten. Pelaksanaannya melibatkan berbagai pihak, mulai dari mitra usaha, masyarakat, kelompok tani hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).


Baca Juga: Kementan Sosialisasi Teknologi Soilblock ke HKTI dan Gerakan Pramuka Melalui Bimtek

Program tersebut mendapatkan dukungan dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) serta pemerintah daerah. Melalui dukungan tersebut, produktivitas bawang putih ditargetkan meningkat secara bertahap.

Pada tahun awal, produktivitas ditargetkan berada di kisaran 10,8 ton kering per hektare, kemudian meningkat menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun keempat.

Peningkatan produktivitas tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan kawasan, mengingat keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga kemampuan menghasilkan produksi yang optimal.

Direktur Pemasaran dan Manajemen Aset PTPN I (Persero), Arif Budiman, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi dan ground checking areal pengembangan telah mencapai 100%.

Sementara itu, sejumlah tahapan lain masih terus dipercepat, termasuk persiapan benih, pembukaan lahan, dan proses perizinan.

"Kami memastikan persiapan lapangan dan proses administrasi berjalan secara paralel. Dukungan Holding Perkebunan Nusantara dan pemerintah daerah melalui kebijakan yang mempermudah proses menjadi faktor penting untuk menjaga kecepatan implementasi di lapangan," ujar Arif.

Dengan persiapan yang dilakukan secara bersamaan antara aspek teknis dan administratif, PTPN Group menargetkan implementasi pengembangan kawasan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

PTPN Group tidak hanya menargetkan perluasan areal, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem bawang putih yang terintegrasi. Pengembangan mencakup berbagai tahapan, mulai dari perbenihan, produksi, teknologi budi daya, pengolahan hingga pemasaran.

Dalam pelaksanaannya, PTPN Group melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, petani, akademisi, BUMN, serta pelaku usaha.

Pendekatan terintegrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bawang putih nasional sekaligus menciptakan sistem produksi yang lebih berkelanjutan.

Khusus di Jawa Barat, PTPN Group telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kesiapan kawasan yang akan dikembangkan. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan konsep budi daya bawang putih yang lebih ramah lingkungan melalui kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara.

Pengembangan kawasan bawang putih PTPN Group ditargetkan mencapai 10.000 ha pada 2026, kemudian diperluas secara bertahap hingga mencapai 24.000 ha pada periode 2026–2029.

Dengan melibatkan mitra strategis, kelompok tani dan masyarakat, program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan luasan budi daya, tetapi juga memperkuat produktivitas, perbenihan, teknologi produksi dan rantai pemasaran bawang putih.

Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi PTPN Group dalam memperkuat produksi bawang putih nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju swasembada bawang putih dan penguatan kesejahteraan petani Indonesia.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 26 Agustus 2026, 10:02 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 26 Agustus 2026, 10:02 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 26 Agustus 2026, 10:02 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 26 Agustus 2026, 10:02 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved