• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Rahasia Sukses Menanam Kembang Kol untuk Petani Pemula

Rahasia Sukses Menanam Kembang Kol untuk Petani Pemula

  • 25 Juli 2025, 8:16 AM
  • Sayur
  • Adhita Diansyavira

Bisnissawit.com - Kalau kamu sedang mencari peluang usaha tani yang menjanjikan di dataran tinggi, kembang kol bisa jadi pilihan yang tepat. Sayuran berwarna putih ini bukan cuma kaya akan nutrisi, tapi juga punya nilai jual yang bagus dan permintaan pasar yang stabil. Cocok banget buat kamu yang baru mulai terjun ke dunia pertanian hortikultura.

Dilansir dari 'Buku Saku Brokoli dan Kembang Kol' yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Kembang kol paling cocok ditanam di daerah sejuk dengan ketinggian antara 1.000 sampai 1.800 meter di atas permukaan laut. Suhu idealnya ada di kisaran 15 hingga 20 derajat Celsius. Selain itu, kembang kol juga menyukai tanah yang gembur, subur, dan memiliki pH antara 5,5 hingga 6,5. Tanah lempung berpasir adalah tipe tanah yang ideal untuk budidaya tanaman ini.

Langkah pertama yang harus Sobat Horti perhatikan adalah memilih benih yang unggul. Beberapa varietas yang direkomendasikan di antaranya adalah PM 126, Greenball, dan Tropical Snow. Benih-benih ini sebaiknya disemai terlebih dahulu selama kurang lebih tiga sampai empat minggu, sampai tanaman tumbuh dengan empat hingga lima helai daun.

Media semainya bisa dibuat dari campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan seimbang. Selama masa penyemaian, penting banget untuk menjaga kelembapan dan melindungi bibit dari panas atau hujan berlebih.


Baca Juga: Akui Salah, Petani Demak Minta Video Buang Cabai Dihapus

Setelah bibit cukup kuat, barulah dipindahkan ke lahan tanam yang sudah diolah. Bedengan dibuat dengan lebar sekitar satu meter, dan antar bedengan diberi jarak 50 cm. Tanam bibit pada pagi atau sore hari agar tanaman tidak stres. Jarak tanam yang umum digunakan adalah 60 x 60 cm, supaya setiap tanaman punya ruang cukup untuk tumbuh optimal.

Perawatan harian meliputi penyiraman rutin, terutama saat musim kemarau, serta penyiangan gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Sobat Horti juga perlu melakukan pembumbunan, yaitu menimbun tanah ke pangkal batang supaya tanaman makin kokoh. Pemupukan susulan dilakukan dua kali, biasanya menggunakan campuran pupuk nitrogen, fosfor, dan kalium sesuai dosis anjuran.

Tak kalah penting adalah pengendalian hama dan penyakit. Beberapa hama yang sering muncul pada kembang kol antara lain ulat daun dan kutu daun. Cara mengatasinya bisa dengan metode alami seperti mengambil langsung hama secara manual, menggunakan musuh alami, atau jika perlu, pakai pestisida dengan bijak. Sementara itu, penyakit seperti busuk daun atau akar bisa dicegah dengan menjaga kebersihan dan sirkulasi udara di lahan.

Panen bisa dilakukan saat tanaman berumur 60 sampai 75 hari, tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Tanda kembang kol siap panen adalah ketika kepala bunganya padat, berwarna putih bersih, dan belum mekar. Panen dilakukan dengan memotong batang sekitar lima hingga sepuluh sentimeter di bawah kuntum. Setelah itu, hasil panen bisa langsung disortir dan dikemas agar tetap segar hingga sampai ke tangan konsumen.

Jadi, Sobat Horti, budidaya kembang kol ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, bukan? Dengan teknik yang tepat dan perawatan rutin, kamu bisa menikmati hasil panen yang melimpah dalam waktu relatif singkat. Yuk, mulai bertani kembang kol dan buktikan sendiri peluang cuan dari si sayuran putih ini!

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 25 Juli 2025, 8:16 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 25 Juli 2025, 8:16 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 25 Juli 2025, 8:16 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 25 Juli 2025, 8:16 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved