• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ramah Lingkungan, Ini Jurus Jitu Kendalikan OPT Sayur di Lahan Rawa

Ramah Lingkungan, Ini Jurus Jitu Kendalikan OPT Sayur di Lahan Rawa

  • 03 Februari 2019, 11:54 PM
  • Tips & Trik

Hortiindonesia, Kalimantan Selatan - Tahun ini Kementerian Pertanian mulai menggalakkan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di enam provinsi, salah satunya Provinsi Kalimantan Selatan. Program ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa lahan rawa adalah solusi pangan nasional.

"Karena itu, kita harus garap lahan rawa, tanami padi, sayuran, itik, dan ikan untuk sejahterakan petani. Pembangunan hortikultura tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga di luar Jawa." jelas Amran.

Maksudnya adalah pembangunan hortikultura khususnya bawang merah dan cabai di setiap pulau bisa mandiri. Menindaklanjuti hal tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Program Pengembangan Kawasan Aneka Cabai dan Bawang Merah gencar menumbuhkan sentra baru di seluruh Indonesia, termasuk di lahan rawa Kalimantan Selatan. Kebutuhan bawang merah yang selama ini didatangkan dari Pulau Jawa , NTB dan Sulawesi Selatan mulai didorong untuk diproduksi sendiri.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, menyatakan pihaknya akan terus mendorong petani luar Jawa untuk terus menanam. Asosiasi bawang merah juga diminta memperluas akses pemasaran salah satunya dengan ekspor. Suwandi menambahkan bawang merah varietas Tajuk dan Super Philip yang dihasilkan  meski di lahan bekas rawa, secara spesifikasi memenuhi standard ekspor.

“Selain mendapatkan harga yang lebih baik, ekspor bawang merah akan memacu petani memperbaiki cara budidayanya agar produknya bisa bersaing,” ujarnya.

Kalimantan Selatan mulai tumbuh menjadi sentra baru sayuran. Kelompok Tani Ngudi Rahayu Kelurahan Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru yang diketuai Sargim bertanam sayuran di lahan seluas 31 hektar. Pada umumnya petani setempat menanam cabai rawit merah dan keriting dengan tomat secara tumpang sari secara terus menerus. Kini mulai menanam bawang merah. Sargim bersama kelompoknya sudah melakukan tindakan pengendalian OPT secara prefemtif yang diikuti pengendalian secara responsif seperti yang dianjurkan oleh petugas lapang setempat.


Baca Juga: Wamentan dalam Nusantara Livestock & Poultry Expo 2025 Bicara Soal GPS yang Masih Impor

“Kenyataannya hasil panen cabai setengah ton per minggu dari KT Ngudi Rahayu dapat mencukupi kebutuhan masyarakat setempat bahkan sebagian dipasarkan ke Banjarmasin,” ungkap Sargim.

Surono, anggota kelompok tani Ngudi Rahayu mengatakan bahwa ia sudah mulai menanam bawang merah di lahan seluas 1000 m2 dengan bibit 35 kg varietas Super Philip dari Probolinggo.

"Saya baru saja panen sebanyak 3 kuintal bulan Desember lalu. Hal ini menambah keyakinan menanam hortikultura khususnya cabai dan bawang merah cukup menguntungkan untuk menambah penghasilan.

Kasubdit Pengendalian OPT Sayuran dan Biofarmaka, Nadra Illiyana menjelaskan bahwa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat menurunkan hasil dan kualitas produksi pertanian. "Penggunaan pestisida kimia yang tidak tepat akan berdampak terganggunya ekosistem, akibatnya terdapat residu pestisida pada produk yang dikonsumsi," jelasnya. Sementara itu kendala saat tingginya curah hujan adalah serangan patogen penyakit. Dijelaskan pula pada musim hujan bisa terus berbudidaya bawang merah yaitu dengan inovasi teknologi menggunakan metode sungkup plastik atau yang dikenal dengan rain shelter di samping melakukan pengendalian OPT ramah lingkungan.

Produksi yang terjaga dapat menekan kehilangan hasil akibat serangan OPT, sehingga mutu hasil terjamin, daya saing yang tinggi dan aman dikonsumsi. Diharapkan ke depan petani Kalsel dapat mencukupi kebutuhan pasarnya sendiri, sehingga sayuran seperti cabai, tomat dan bawang merah tak perlu lagi didatangkan dari luar.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, dalam kesempatan terpisah menyatakan, “Kementan meminta kepada semua BPTPH untuk mengawal petani melaksanakan pengendalian OPT secara pre emtif dengan memanfaatkan bahan pengendali OPT ramah lingkungan yang sudah banyak dihasilkan oleh Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) serta memonitor secara intensif pertanaman hortikultura.  Sehingga gangguan OPT tidak mengganggu produksi dan mutu produk hortikultura”.

Ditjen Hortikultura mendorong petani menerapkan budidaya ramah lingkungan, dengan mengaplikasikan lebih banyak bahan organik dan bahan pengendali biologi, mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan, sampai pasca panen. “Semoga dengan kegigihan petani sayuran di lahan rawa, dapat menghasilkan sayuran yang sehat dan aman konsumsi serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” ujarnya mengakhiri.Teg

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 03 Februari 2019, 11:54 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 03 Februari 2019, 11:54 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 03 Februari 2019, 11:54 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 03 Februari 2019, 11:54 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved