• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. SELAIN PADI, FOOD ESTATE KALTENG JUGA KEMBANGKAN HORTIKULTURA

SELAIN PADI, FOOD ESTATE KALTENG JUGA KEMBANGKAN HORTIKULTURA

  • 12 Oktober 2020, 4:12 PM
  • Buah, Sayur, Kilas, Agribisnis

Jakarta, Hortiindonesia.com

Food Estate di Kalimatan Tengah, lahan  akan digarap pada 2020 adalah seluas 30.000 ha, dan tersebar di Kabupaten Kapuas seluas 20.000 ha dan Kabupaten Pulang Pisau 10.000 ha. Komoditas utama yang akan ditanam adalah padi, tetapi terintegrasi dengan hortikultura, perkebunan dan peternakan. Sarwo Edhy, Dirjen Sarana dan Prasarana Kementan menyatakan hal ini.

Komoditas hortikultura yang dikembangkan adalah cabai, jeruk, kelengkeng, durian. Sementara Ditjen PSP memobilisasi alat berat, Ditjen Hortikultura dan Badan Litbang diminta menyiapkan benih tahun ini juga, sehingga ketika lahan siap maka bisa langsung tanam.


Baca Juga: Penyakit Bercak Ungu pada Bawang Merah dan Cara Mengatasinya

Secara terpisah,Puslitbanghorti melakukan baseline survei untuk mendukung program food estate pada 2-4 Oktober 2020. Dalam survei ini, Tim Puslitbanghorti terdiri dari 13 orang peneliti dan teknisi dari Puslitbanghorti, Balitjestro, Balitbu dan Balitsa. Survei dilakukan di kawasan Center of Excellence Food Estate (CoE FE) dengan mengumpulan pewakilan petani di Rei 5 sampai Rei 29, Desa Belanti Siam, Kecamatan Panggih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Survei ini dilakukan terhadap 12 kelompok tani di lokasi CoE FE seluas 1024 hektar.

Baseline survei ini bertujuan untuk menghimpun informasi dari petani, istri petani, pedagang dan stakeholder terkait pengembangan hortikultura. Program pengembangan di kawasan Food Estate ada yang terhampar di lahan sawah petani, namun terbuka juga peluang untuk menanam berbagai komoditas hortikultura di pekarangan rumah, mengingat dari segi perawatan akan lebih intensif. Pekarangan petani yang masih bisa dimanfaatkan seluas 50×25 m2 atau 1250 m2.

Wawancara dilakukan dengan mengumpulan perwakilan petani di tiga lokasi yang berbeda. Dari hasil diskusi, petani mengaku tertarik untuk menanam jeruk di pekarangan ditumpangsarikan dengan bawang dan cabe. Pisang kepok dan pepaya termasuk potensial dan layak ditanam, terutama di pinggiran pekarangan.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 12 Oktober 2020, 4:12 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 12 Oktober 2020, 4:12 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 12 Oktober 2020, 4:12 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 12 Oktober 2020, 4:12 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved