• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Solar Dryer Dome Tingkatkan Nilai Tambah Produk Hortikultura Petani

Solar Dryer Dome Tingkatkan Nilai Tambah Produk Hortikultura Petani

  • 16 Mei 2021, 10:41 AM
  • Sayur, Agribisnis
  • HORTI INDONESIA
Jakarta, hortiindonesia.com - Pengeringan banyak dilakukan pada olahan pertanian semisal produk hortikultura dengan cara mengurangi kandungan air. Tujuannya agar daya tahan produk hortikultura dapat terjaga lebih lama dengan kualitas yang baik. Pada umumnya petani maupun pelaku usaha pengolahan hasil hortikultura di Indonesia melakukan pengeringan mengandalkan sinar matahari. Meskipun metode ini murah namun produk yang dikeringkan seringkali mengalami kerusakan besar yang disebabkan oleh hujan, serangga, burung dan jamur. Indonesia terletak di garis khatulistiwa dengan radiasi matahari yang berlimpah sepanjang tahun. Penggunaan teknologi pengeringan matahari _(solar dryer dome)_ dianggap sebagai solusi yang menjanjikan untuk masalah pengeringan. 
 
Di bawah Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL),  Kementerian Pertanian (Kementan) selalu berusaha merancang program yang berpihak kepada petani. Di mulai dari sisi hulu, pendampingan budidaya hingga pascapanen.
 
Tercatat sejak 2019, Kementan memfasilitasi bangunan pengering _solar dryer dome_ kepada pelaku usaha pengolahan yang selama ini masih menggunakan metode pengeringan tradisional, seperti pengeringan di lahan kosong, maupun di pinggir jalan dekat hunian petani. Tujuan pemberian bantuan ini supaya pelaku olahan hortikultura tidak lagi menghadapi tantangan kontaminasi dari debu, air hujan dan cahaya ultraviolet pada hasil olahannya. 
 
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto mengingatkan petani dalam menghasilkan produk yang kering perlu menjaga kualitas dan higienitas produk.
 
“Bantuan bangunan pengering tenaga matahari ini akan terus digenjot agar para petani/pelaku usaha hortikultura dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat dijual sampai ke luar negeri,” ujar Bambang. 
 
Dalam webinar Teknologi Pengolahan Hasil Hortikultura Sistem Pengeringan Dengan Tenaga Matahari (Solar Dryer Dome) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Ditjen Hortikultura mengenalkan _solar dryer dome_ berikut  pemanfaatannya kepada para petani maupun pelaku usaha hortikultura. 
Dalam webinar ini Mentari Sanda menjelaskan, “Solar dryer dome merupakan pengeringan menggunakan tenaga matahari, bukan dengan tenaga listrik. Sistem pengeringannya menggunakan bahan polycarbonate yang mampu bertahan 10 hingga 30 tahun. Solar dryer dome ini sangat membantu petani / pelaku usaha karena proses pengeringannya lebih mudah,” ujar salah satu narasumber, Mentari Sanda.
 
Petani, kata Mentari, disarankan untuk memasukkan produk ke dalam _dome_ di pagi hari kemudian sinar matahari akan masuk dan terserap panasnya ke dalam _dome_. Lantai dome terbuat dari beton / semen sehingga suhu panasnya merata dan tidak bocor. 

Baca Juga: Kementan Dorong Petani Penuhi Pasar Domestik dengan Buah Bermutu

 
“Keuntungan menggunakan dome dibanding pengeringan tradisional adalah pengeringan menjadi dua kali lebih cepat. Selain itu pada saat malam hari petani tidak perlu mengeluarkan produknya dari _dome_, produk menjadi lebih hygiene dan terhindar dari serangga,” lanjutnya. 
 
Petani hortikultura asal Karangasem – Bali, Pak Mandi menceritakan pengalamannya melakukan pengeringan menggunakan solar dryer dome. “Pengeringan dengan solar dryer dome sangat membantu sekali dalam mengeringkan cabai Bali, saya panen waktu mendung dan langsung dimasukkan ke dalam solar dryer dome, hasilnya cabai kering sampai bagian dalam, cabai tidak berjamur dan warna masih merah,” ujar Pak Mandi. 
 
Narasumber lain, Lisda S Damanik menuturkan Pak Mandi sangat senang terbantu dengan prasarana ini. “Dulunya beliau membutuhkan waktu 7-10 hari untuk mengeringkan cabai, itu pun ada yang busuk dan terbuang. Setelah menggunakan _solar dryer dome_ pengeringan hanya butuh waktu kurang dari 5 hari dan dengan tingkat kekeringan 90-100%. Hasilnya bisa dimanfaatkan karena semua tidak ada yang busuk maupun terbuang.” 
 
Lisda juga menekankan bahwa _polycarbonate_ pada _solar dryer dome_ ini sangat berperan penting untuk menjaga mutu hasil hortikultura yang dikeringkan. “Keunggulan solar dryer dome ini umur produk lebih lama, aroma produk tetap kuat, rasa produk tidak hilang dan yang paling penting mutu berkualitas.”
 
Peserta webinar ini memberikan banyak apresiasi kepada panitia penyelenggara, mulai dari petani, pelaku usaha hingga pakar akademisi. “Sebagai pelaku dan sedang merintis usaha pengolahan hortikultura, kegiatan ini sangat bermanfaat agar kita sebagai pelaku UMKM dalam mengeringkan hasil hortikultura tidak bergantung pada energi listrik. Kegiatan ini sangat menunjang aktivitas kami, semoga nanti ada kegiatan-kegiatan seperti ini berikutnya dan saya bisa bergantung,” ujar Dosen STIP-YAPI Bone, Andi. 
 
Sebagai penutup acara, Koordinator Pengolahan Hasil Hortikultura, Diah Ismayaningrum menekankan kepada para peserta webinar untuk selalu mengupayakan produk yang dihasilkan dalam keadaaan hygiene sewaktu melakukan pengeringan produk. 
 
“Sangat dianjurkan sekali agar mengeringkan dengan menggunakan solar dryer dome supaya bapak/ibu tidak perlu lagi menjemur hasil olahannya di lantai. Sesuai dengan kaidah _Good Manufacturing Practices_ (GMP) bahwa dalam pengolahan produk hasil hortikultura harus _food grade_ dan aman dikonsumsi sehingga ketika hasil panen tersebut diolah rasanya tidak banyak berubah dan warna tetap terlihat bagus,” ujar Diah.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 16 Mei 2021, 10:41 AM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 16 Mei 2021, 10:41 AM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 16 Mei 2021, 10:41 AM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 16 Mei 2021, 10:41 AM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved