• Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Profil
    Redaksi Hubungi Kami
  • Beranda
  • Berita
  • Event
  • Galeri
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Hubungi Kami
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Teknik Budidaya Cabai Rawit yang Benar, Bisa Jadi Peluang Bisnis!

Teknik Budidaya Cabai Rawit yang Benar, Bisa Jadi Peluang Bisnis!

  • 27 Mei 2024, 3:40 PM
  • Buah
  • HORTI INDONESIA

Jakarta, mediaperkebunan.id - Melakukan budidaya cabai rawit memerlukan teknik yang baik dan benar agar dapat menghasilkan buah yang siap panen.

Teknik budidaya cabai rawit ini telah dirangkum oleh Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Hortikultura Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran & Biofarmaka dalam buku Pedoman Umum Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Cabai Rawit.

Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya cabai rawit sampai panen.

Penyemaian benih cabai rawit

Penyediaan benih merupakan rangkaian kegiatan menyediakan benih cabai rawit bermutu dari varietas yang dianjurkan dalam jumlah yang cukup dan pada waktu yang tepat. Benih cabai rawit yang disiapkan harus bermutu dan sesuai dengan kebutuhan dalam jumlah dan waktu yang tepat.

Selain itu, benih yang disiapkan harus merupakan benih yang murni secara genetik, sehat, daya tumbuhnya baik, dan mempunyai daya adaptasi yang baik di lahan yang akan ditanam.

Berikut ini adalah tips dalam memilih benih cabai rawit

  1. Gunakan varietas yang dilepas oleh Menteri Pertanian dan tersedia di pasaran.
  2. Pilih benih yang bermutu tinggi atau berdaya kecambah di atas 8- persen, adaptasi baik, memiliki vigor yang baik, murni, bersih, dan sehat.
  3. Pilih benih yang sesuai dengan iklim, musim tanam, dan preferensi pasar.
  4. Hindari penggunaan benih yang sudah kadaluara.
  5. Simpan label benih.

Tahap selanjutnya adalah melakukan penyemaian benih, dalam prosesnya perlu menyiapkan media tanam dari campuran pupuk organik, tanah, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1 yang sudah steril.

Untuk penanaman cabai rawit pada polybag, siapkan polybag ukuran 3-5 cm atau plastik rol panjang berdiameter sama dan gunakan media yang sama pada penyemaian dibedengan dengan mengisi bagian polybag sampai penuh.

Berikut ini adalah pelaksanaan penyemaian benih di bedeng persemaian:

  1. Rendam benih cabai rawit dalam air hangat dan didiamkan selama 12 jam untuk mempercepat perkecambahan.
  2. Siapkan media tanam 1 minggu sebelum penyemaian.
  3. Buat bedengan dengan lebar persemaian 1-1,25 m dengan panjang sesuai kebutuhan.
  4. Sebarkan secara larikan sepanjang bedengan, jarak antar larikan 3-6 cm, tutup dengan lapisan tanah tipis-tipis.
  5. Lakukan pengamatan, penyiraman dan pengendalian OPT selama dipesemaian.
  6. Setelah terbentuk 2-3 helai daun sempura yaitu sekitar 14-16 hari setelah semai, pindahkan benih ke dalam polybag.
  7. Pindahkan bibit ke lahan setelah berumur 20-25 hari atau ditandai dengan 5 helai daun sempurna.
  8. Lakukan penanaman bibit pada pagi atau sore hari di bedengan yang telah disiapkan.
  9. Benih yang disemai di polybag langsung ditanam di lahan setelah memiliki 5 helai daun sempurna dan kondisi bibit seragam.
  10. Catat setiap kegiatan penyemaian.

Persiapan lahan dan penanaman cabai rawit

Kegiatan persiapan lahan meliputi kegiatan persiapan/pengolahan lahan, pemupukan dasar, dan atau pemasangan mulsa plastik dengan baik agar tanaman cabai rawit tumbuh secara optimal. Berikut ini adalah alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk melakukan persiapan lahan:

  1. Bambu/golok/pisau besar
  2. Bajak/cangkul/sekop/garpu
  3. Mulsa plastik
  4. Pelubang mulsa plastik
  5. Tapi rafia/tambang plastik
  6. Pupuk organik
  7. Dolomit/zeolit/kapur pertanian
  8. Pupuk anorganik (Urea, ZA, SP-8 dan KCI)
  9. Gembor
  10. Air
  11. Bibit
  12. Ember dan gayung

Langkah-langkah pengolahan lahan tanaman cabai

  1. Lakukan pembersihan lahan dari sisa tanaman dan gulma.
  2. Lakukan penggemburan lahan dengan cara mencangkul sampai kedalaman 25-30 cm, kemudian lakukan perataan permukaan lahan.
  3. Buat guludan mengikuti arah utara selatan dengan lebar 1,0-1,25 meter, tinggi 30 cm dengan jarak antar bedengan 50 cm dan panjang sesuaikan kondisi lahan.
  4. Lakukan pemberian kapur dengan kapten/zeolit/dolomit sebanyak 1,5 ton/ha (disesuaikan dengan rekomendasi spesifik lokasi tanam) yang diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah pada lahan bila derajat keasaman (pH) rendah, minimal 3-4 tahun sekali.
  5. Lakukan pemberian pupuk dasar dalam bentuk pupuk organik yang sudah matang sekitar 2 minggu sebelum tanam. Pupuk anorganik NPK, 7-10 hari sbelum tanam dengan cara ditebar, disiram, dan ditutup mulsa. Jumlah dan jenis pupuk disesuaikan dengan rekomendasi spesifik lokasi.

Langkah-langkah pemasangan mulsa

  1. Gunakan mulsa plastik hitam perak dengan lebar 100-125 cm, bagian plastik berwarna perak menghadap ke atas dan yang berwarna hitam menghadap ke tanah/bawah.
  2. Tarik ujung mulsa, kaitan pasak penjepit di tepi mulsa agar tidak mudah lepas.

Langkah-langkah pembuatan lubang tanam

  1. Setelah mulsa terpasang, lanjutkan pembuatan lubang tanam pada mulsa dengan menggunakan alat pelubang mulsa.
  2. Buat lubang tanam menurut sistem zigzag atau dua baris lurus berhadapan.
  3. Buat lubang tanam sesuai dengan jarak tanam 50 x 70 cm (musim hujan) atau 40 x 50 cm (musim kemarau).

Langkah-langkah menanam bibit cabai rawit

  1. Seleksi bibit yang akan ditanam kemudian lakukan penanaman pada pagi atau sore hari agar bibit tidak layu akibat terik cahaya matahari yang berlebih.
  2. Perhatikan batang tanaman yang sudah tumbuh. Batang yang tumbuh harus lurus dengan perakaran yang banyak, maka pertumbuhan bibit dapat dikatakan normal.

  3. Baca Juga: Izin Dipangkas, Ekspor Sayuran Kian Meningkat

  4. Tanam bibit dibedengan pada lubang mulsa sebatas leher akar dan tanah di sekitarnya dipadatkan agar bibit berdiri kuat.
  5. Lakukan penyiraman setelah penanaman.
  6. Catat setiap kegiatan dalam proses penanaman termasuk progres pertumbuhan bibit.

Pemeliharaan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Pemeliharaan tanaman cabai rawit yang telah ditanam perlu dilakukan untuk menjaga hasil panen agar berkualitas. Proses pemeliharaan tanaman cabai rawit meliputi beberapa kegiatan, termasuk kegiatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Berikut ini adlaah beberapa kegiatan pemeliharaan tanaman cabai rawit:

1. Pengairan

Kegiatan pemeliharaan tanaman cabai rawit yang pertama adalah memberikan air sesuai kebutuhan tanaman di sekitar perakaran. Pengairan ini perlu dilakukan dengan proses yang memenuhi standar baku mutu pada waktu, cara, dan jumlah yang tepat. 

Tujuan melakukan menyiram tanaman adalah untuk menjamin ketersediaan air atau mengganti air yang hilang akibat penguapan, hanyut, air yang meresap ke dalam tanah (infiltrasi), air aliran permukaan (run-off) dan lainnya, sehingga pertumbuhan dan proses produksi tanaman optimal.

Berikut ini cara mengiri tanaman cabai rawit yang benar:

  1. Siram dengan air sesuai dengan kebutuhan, sirami pangkal batang tanaman dengan gayung.
  2. Lakukan penyiraman tanaman dengan interval 1 minggu di musim kemarau.
  3. Atur sistem drainase pada musim hujan agar aliran air berjalan lancar sehingga akar tanaman tidak tergenang air terlalu lama.
  4. Catat setiap kegiatan, dan lakukan pada waktu yang sesuai.

2. Pemupukan

Kegiatan pemupukan pada tanaman cabai perlu dilakukan apabila kandungan unsur hara dalam tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Kegiatan pemupukan ini penting untuk dilakukan agar pertumbuhan tanaman cabai optimal dan dapat berproduksi dengan mutu yang juga optimal.

Berikut ini prosedur pemupukan pada tanaman cabai yang baik dan benar:

  1. Gunakan larutan pupuk dengan dosis yang sesuai dengan yang ditentukan rekomendasi lokasi tanam secara merata.
  2. Jenis pupuk yang digunakan pada tanaman cabai rawit antara lain adalah Urea, ZA, SP-18, KCI, dan unsur hara mikro.
  3. Waktu pemberian pupuk pada tanaman cabai dilakukan saat tanaman berumur 15, 28, dan 42 hari setelah tanam (hibrida) atau 60-80 hari (hibrida).
  4. Catat waktu setiap penanaman pupuk.

3. Pemasangan Ajir

Pemasangan ajir atau penyanggah/penopang batang cabai penting untuk membantu tanaman agar tumbuh tegak, mengurangi kerusakan fisik tanaman yang disebabkan beban buah dan tiupan angin, memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas serta mempermudah pemeliharaan.

Berikut ini adalah prosedur pemasangan ajir:

  1. Buat ajir dari bambu/kayu dengan ukuran 4 x 100 cm.
  2. Tancapkan 10 cm dari tanaman sedalam 15-20 cm dengan posisi miring keluar atau tegak lurus atau diatur sedemikian rupa sehingga dapat menopang tanaman secara kuat.
  3. Ikat tanaman pada ajir dengan tali rafia setelah tanaman berumur 30-40 hari setelah tanam atau setelah tumbuh cabang pertama.
  4. Catat setiap pertumbuhan batang cabai.

4. Perempelan/Wiwil

Kegiatan perempelan/wiwil adalah membuang tunas air dengan membiarkan tunas keempat dan seterusnya. Tujuannya adalah untuk mengatur keseimbangan nutrisi dan asimiliat utuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, membentuk tajuk tanaman yang ideal sehingga terjadi partisi sinar matahari yang efektif untuk energi fotosintesis, dan mempermudah pemeliharaan.

Berikut ini adalah prosedur pelaksanaan perempelan pada tanaman cabai:

  1. Lakukan perempelan pada pagi hari.
  2. Lakukan perempelan tunas di ketiak daun saat tanaman berumur 10-12 hari (polybag) atau 15-30 hari (cabutan).
  3. Catat setiap kegiatan.

5. Pengendalian OPT

Kegiatan pengendalian OPT dilakukan dengan harapan dapat menurunkan populasi OPT, hama dan penyakit pada tanaman cabai sehingga dapat menghindari kerugian ekonomi berupa kehilangan kuantitas hasil dan kualitas mutu panen.

Berikut ini adalah prosedur pengendalian OPT pada tanaman cabai:

  1. Lakukan pengamatan OPT secara berkala dengan mengambil contoh secara tepat agar diketahui jenis OPT dan intensitas serangan.
  2. Identifikasi OPT yang perlu diwaspadai dan dikendalikan kemudian jika sudah mencapai ambang kendali maka segera lakukan pengendalian.
  3. Lakukan konsultasi dengan petugas OPT dinas pertanian setempat.
  4. Catat setiap proses pengendalian OPT.

Panen dan Pasca Panen

Panen dilakukan saat cabai rawit telah mencapai kematangan fisiologis dengan varietas yang digunakan. Berikut adalah prosedur panen cabai rawit:

  1. Hentikan penggunaan pestisida 2 minggu sebelum panen.
  2. Panen dapat dilakukan setelah umur tanaman cabai mencapai 70-90 hari (hibrida), 100-110 hari (nonhibrida), atau degan tingkat kemasakan telah mencapai lebih dari 80 persen dengan interval 3-7 hari.
  3. Petik cabai beserta tangkainya.
  4. Tempatkan hasil panen di keranjang atau ember.
  5. Lakukan pemilihan cabai yang terserang OPT untuk dimusnahkan.

Kemudian, berikut ini adalah prosedur kegiatan yang dilakukan pasca panen agar buah cabai terjamin kesegaran dan keseragaman ukuran dan mutunya sebelum didistribusikan ke konsumen.

  1. Lakukan pemilihan buah cabai sesuai dengan kriteria yang diminta konsumen/pasar.
  2. Kering-anginkan buah cabai untuk menghindari pembusukan..
  3. Lakukan penyimpanan cabai dengan menempatkan dalam ruangan bersirkulasi baik.
  4. Lakukan pengemasan dengan kemasan yang memiliki daya lindung tinggi dan ekonomis.

Bisa jadi peluang bisnis, berikut adalah tata cara budidaya cabai rawit lengkap dengan pemeliharaannya yang bisa kamu lakukan di rumah.

Berita Terkait

WAJIB DICICIPI : DURIAN BAWOR ASLI BANYUMAS

  • 27 Mei 2024, 3:40 PM

Kementan Perluas Areal Tanam Bawang Putih di Lereng Gunung Wilis Tulungagung

  • 27 Mei 2024, 3:40 PM

Awal Kisah Pisang Mas Tanggamus Go Internasional

  • 27 Mei 2024, 3:40 PM

Brebes Panen Bawang Merah Setiap Hari

  • 27 Mei 2024, 3:40 PM

Berita Terpopuler

  • Keren, Aplikasi Ini Bisa Identifikasi Aneka Jenis Tanaman
    22 Januari 2019, 11:45 AM
  • Kenali Ragam Jenis Alpukat: Mentega, Miki, sampai Kendil
    07 Mei 2024, 1:00 PM
  • Kenali Tiga Tahap Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung
    18 Maret 2024, 10:53 AM
  • 10 Jenis Durian Terpopuler di Indonesia, Enak dan Legit!
    01 Oktober 2024, 3:58 PM
  • Cara Menanam Pohon Mangga dan Tips Agar Cepat Berbuah
    29 April 2024, 11:31 AM
  • VARIETAS KENTANG YANG COCOK DIOLAH JADI KERIPIK
    06 November 2019, 4:25 PM
  • Menanam Stroberi dengan Sistem Hidroponik
    11 September 2018, 11:23 AM
  • DIRIKAN INDUSTRI OLAHAN HORTIKULTURA UNTUK PRODUK GRADE RENDAH YANG TIDAK LAKU DI PASAR SEGAR
    19 Agustus 2024, 6:53 PM
  • Sunpride Pecahkan Rekor MURI untuk Pajangan Pisang Terbanyak
    02 Juni 2024, 5:11 PM
  • PEMULIAAN UNTUK HASILKAN VUB JERUK
    18 Juni 2024, 1:11 AM

Kategori Berita

  • Buah
  • Sayur
  • Herbal
  • Tanaman Hias
  • Gaya Hidup
  • Tips & Trik
  • InovTek
  • Jelajah
  • Sosok
  • Etalase
© Hortikultura Indonesia 2018 - 2026. All Right Reserved